Vector Graphics vs Raster Graphics

Vector Graphics vs Raster Graphics

Vector Graphics vs Raster Graphics

Tahukah Anda kalau tampilan pada layar komputer berupa gambar

logo, icon, dan bahkan foto Anda yang Anda lihat di layar monitor, sebenarnya terbuat dari kumpulan titik-titik warna berbentuk persegi kecil di layar?
Titik itu disebut dengan pixel. Setiap layar monitor memiliki jumlah pixel yang berbeda-beda, sebagai contoh monitor berukuran 800×600 dan monitor berukuran 1024×768. Bilangan tersebut merepresentasikan jumlah pixel pada layar.

Dan tentu saja jumlah pixel pada layar ini akan berbanding lurus dengan kualitas gambar yang dihasilkan. Seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa image disusun dari kumpulan titik (warna pada pixel), maka semakin rapat titik-titik tersebut, semakin baik pula kualitas gambar yang dihasilkan dan semakin besar pula ruang yang dibutuhkan untuk menyimpan data gambar tersebut.. Di dunia Teknologi Informasi, terdapat disiplin ilmu tersendiri yang juga membahas tentang image yang seterusnya kita sebut graphic ini, yaitu Computer Graphics atau  Grafik Komputer.

Dalam disiplin ilmu Komputer Grafik, dinyatakan bahwa seluruh grafik pada dasarnya dibagi menjadi dua tipe inti, yaitu Vector Graphic dan Raster Graphic (seringkali kita kenal sebagai tipe Bitmap). Kedua tipe ini didasarkan pada dasar pembentukan yang berbeda. Raster graphic merupakan hasil representasi array dari pixel dengan nilai tertentu yang mengindikasikan sebuah warna, sedangkan Vector graphic tidak hanya terdiri dari susunan nilai warna pada pixel, tetapi juga mengandung suatu instruksi matematika untuk merepresentasikan grafik.

Agar lebih jelas pemahaman tentang Vector Graphic dan Raster Graphic, mari kita perhatikan ulasan di bawah ini.

Raster Graphic

Seperti yang sudah kita bahas, dengan menggunakan metode raster grafik, grafik direpresentasikan oleh kumpulan pixel yang memiliki nilai warna tertentu. Nilai warna pada pixel hanya dapat menyimpan satu warna untuk kemudian dibentuk dan digabungkan sedemikian sehingga terbentuk suatu grafik. Raster grafik ini sangat bergantung pada resolusi (kerapatan) pixel-pixel dalam satu satuan luas persegi yang umumnya bernilai 1 inch (2,45 cm).

Resolusi pada layar memiliki satuan dpi (dots per inch) ataupun ppi (pixel per inch). Pada raster grafik, apabila gambar diperkecil maka kualitasnya tidak akan banyak berubah, karena nilai-nilai warna pixelnya tidak hilang melainkan hanya di persempit. Tetapi apabila diperbesar tanpa software pendukung, gambar akan terlihat pecah dan bergerigi (jagged), dikarenakan adanya nilai-nilai warna pixel yang hilang.

Format-format yang mendukung Raster Graphic diantaranya :

  • BMP (Windows Bitmap)
  • PCX (Paintbrush)
  • TIFF (Tag Interleave Format)
  • JPEG (Joint Photographics Expert Group)
  • GIF (Graphics Interchange Format)
  • PNG (Portable Network Graphic)
  • PSD (Adobe Photoshop)
  • CPT (Corel Photopaint)

Dan  software pendukung raster graphic atau bitmap yang terkenal diantaranya Adobe Photoshop dan Corel Photopaint.

 

Vector Graphic

Sebuah file grafik dengan format Vector, menyimpan nilai-nilai dari line, shape, dan warna dalam sebuah formula matematika. Formula ini berfungsi membangun grafik, membentuk warna dengan kulitas terbaik yang mungkin, serta merepresentasikan nilai dari resolusi grafik tersebut. Formula matematika ini juga bertugas untuk menentukan letak dari titik-titik dengan nilai warna, mengatur penempatannya untuk membentuk gambar dengan kualitas terbaik saat gambar tersebut ingin ditampilkan.

Karenanya, dengan file yang sama gambar dapat ditampilkan dan diperkecil ataupun diperbesar ke berbagai ukuran apapun tanpa perubahan seperti pada Raster Graphic, namun tetap dipengaruhi pada resolusi layar yang ada.

Sedangkan sebuah objek vector graphic terdiri dari point, line/path/curve, shape, outline, dan fill. Sehingga dapat dengan mudah memanipulasi nilai dari masing-masing komponen tersebut.

Namun,  vector graphic juga memiliki kelemahan dikarenakan oleh sifatnya yang terdiri dari line serta shape yang memiliki fill warna solid atau gradasi yang terbatas. Untuk membuat suatu gambar yang photo realistic, dibutuhkan banyak shape untuk mendapatkan banyak objek tone warna. Dan hal ini akan menyebabkan besarnya ukuran file dari vector graphic. Namun dalam penggunaannya pada logo, text, dan banner atau iklan berukuran besar, vector graphic sangat dapat diandalkan.

Format yang mendukung Vector Graphic, diantaranya :

  • AI (Adobe Ilustrator)
  • CDR (Corel Draw)
  • SVG (Scalable Vector Graphics)
  • WMF (Windows Metafile)
  • EPS (Encapsulated PostScript)
  • PLT (Hewlett Packard Graphics Language Plot File)

Adapun software-software pendukung vector graphic, diantaranya Corel Draw, Adobe Ilustrator, dan Macromedia Freehand.

Sumber : https://duniapendidikan.co.id/