Orang Tua Keluhkan Pungutan LKS dan Seragam di SMPN 1 Baleendah

Orang Tua Keluhkan Pungutan LKS dan Seragam di SMPN 1 Baleendah

Orang Tua Keluhkan Pungutan LKS dan Seragam di SMPN 1 Baleendah

Para orantua siswa SMPN 1 Baleendah Kabupaten Bandung

, mengeluhkan soal pungutan yang mengatasnamakan pembelian seragam dan buku Lembar Kerja Sekolah (LKS) yang disediakan koperasi sekolah setempat

Salah satu orangtua siswa SMPN 1 Baleendah yang enggan disebutkan identitasnya, kepada wartawan mengaku bahwa kalau biaya pendaftaran PPDB memang gratis, namun saat anaknya mulai belajar, sejumlah pungutan mulai disebarkan pihak sekolah.

Salah satu pungutan yang membebani para orang tua, yakni harus

membeli seragam yang harganya lumayan mahal. Seragam khusus yang harus dibeli di koperasi sekolah, seperti seragam olahraga, seragam batik, seragam khusus (muslim), Pramuka dan atribut SMPN Baleendah itu terkesan dijual dedet” (jual paksa).

“Untuk membeli seragam ini, harus keluar uang sebesar Rp 970 ribu, dan itu tidak bisa dicicil. Anak saya belum punya seragam khusus yang dijual koperasi sekolah,” ungkap warga Kecamatan Baleendah kepada wartawan, Selasa (25/9/17).

Dengan peraturan pihak sekolah tersebut, anaknya menjadi malu

untuk berangkat ke sekolah, karena belum memiliki baju seragam tersebut.

“Akibat peraturan harus memiliki seragam dari koperasi sekolah, setiap hari Senin dan Rabu, anak saya sering malas untuk masuk sekolah. Karena belum punya seragam yang sama dengan siswa yang lain. Walaupun sudah masuk sekitar 50% dari harga seragam, tapi baru dikasih dua potong dari empat seragam yang wajib dibeli dari koperasi sekolah,” terangnya.

Dia menyatakan harga seragamnya mahal, apalagi untuk ukuran keluarga tak mampu, jelas sangat terbebani. Sementara itu saat dikonfirmasi, Kepala SMPN1 Baleendah hingga kini belum memberikan tanggapan terkait hal ini.

 

Baca Juga :