Object Oriented Analysis

Table of Contents

Object Oriented Analysis

 

Object Oriented Analysis

Adalah suatu metode dalam pengembangan perangkat lunak berbasis object. Yang dimaksud dengan object bisa dipandang sebagai suatu item informasi atau representasi entitas di dunia nyata. Seperti contohnya dalam system reservasi penerbangan hal-hal yang bisa disebut sebagai object seperti pesawat, jalur penerbangan dll. Dengan metode ini kita mempresentasikan sebuah permasalahan dalam dunia nyata kedalam object-object, khususnya dalam pegembangan perangkat lunak, agar dalam pelaksanaannya kita mendapatkan berbagai keuntungan dan kelebihan. Dari beberapa keuntungan dan kelebihannya, metode ini nantinya akan mendukung dalam konsep dibawah ini :
1. Maintainability , yaitu tingkat kemudahan dalam mengakomodasi perubahan-perubahan.
2. mengurangi kompleksitas dalam perarancangan design system.
3. Reusability , kemampuan untuk bisa digunakan kembali sehingga dapat menghemat waktu dan biaya.
Dengan adanya konsep tersebut membuat metode ini seirng digunakan pada masa sekarang. Kemampuannya untuk dapat digunakan kembali akan mendukung terciptanya suatu perangkat lunak yang lebih sempurna dari yang sebelumnya dikarenakan kekurangan dari perangkat lunak sebelumnya diperbaiki, dan kelebihannya tetpa dipertahankan. Jadi bisa muncul sebuah perangkat lunak baru dengan kemampuan yang selalu lebh dari pada sebelumnya.

HISTORY
Object-oriented analysis (OOA) telah ada sejak 1988. orang yang telah memakai metode ini adalah Shlaer-Mellor, Jacobson, Coad-Yourdon, and Rumbaugh. Hasil sukses dalam penerapan metode ini dibuktikan di AT & T Bell Labs. AT & T Bell Labs menerapkan metode ini dalam project besar yang disebut Call Attempt Data Collection System (CADCS). Dari proyek tersebut didapat bahwa penggunaan metode ini mengurangi 8% dari total waktu untuk spesifikasi kebutuhan project dan pengurangan 30% staff effort.

Ada hubungan yang sangat erat antara Object-oriented analysis dan teknologi object oriented yang lain. Diantaranya yaitu Object-Oriented Database, Object-Oriented Design, and Object-Oriented Programming Languages. Dalam penerapannya semua metode itu digunakan secara keseluruhan dalam project disebut dengan metode object-oriented. Jika hanya melakukan analisis saja dengan metode object-oriented dan tidak diikuti dengan design dan programming dengan metode yang sama tentunya akan menambah kesulitan dalam pengambangannya. Dalam kenyataannya ketiga metode diatas tidak bisa dilepaskan satu sama lain. Karena memang untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari metode object-oriented, ketiganya harus ada.

Karakteristik dari object-orientedcteristics of
1. Abstraction and Classification :
Pendefinisian sebuah class (object parent) yang memuat seluruh informasi dasar sebuah object meliputi semua informasi dasar calam object lain.
2. Encapsulation and Information Hiding :
Bisa disebut pengkapsulan. Internal proses suatu object/class yang tidak diperlukan untuk diketahui detailnya. Focus pada fungsi yang telah di jalankan oleh masing-masing object.
3. Polymorphism and Inheritance :
Kemampuan untuk membagi properties yang dimiliki dengan inheritance (penurunan object). Juga memungkinkan untuk menambah atau mengurangi properties yang didapat dari pewarisan sifat object.

Pendekatan analisa object-oriented
1. Sistem / software dialokasikan menggunakan strategi formal, yaitu dengan memakai bahasa untuk mendeskripsikan. Strategi formal dapat dibuat dalam bentuk paragraph tunggal dengan tatabahasa yang benar.
2. Objek diberi garis bawah (kata benda, atau anak kalimat yang bersifat sebagai kata benda) dan kemudian dimasukkan ke dalam tabel. Sinonim dicatat. Jika objek diperlukan untuk mengimplementasikan status solusi, maka object tersebut merupakan bagian dari “solution space”. Jika objek hanya diperlukan untuk mendeskripsikan status solusi, maka objek tersebut merupakan bagian dari “problem space”.
3. Atribut dari objek diidentifikasi dengan menggarisbawahi semua kata sifat dan kemudian menghubungkannya dengan kata benda (objek) masing- masing.
4. Operasi ditetapkan dengan menggarisbawahi semua kata kerja, anak kalimat kata kerja dan predikat, serta menghubungkan setiap operasi dengan objek yang sesuai.
5. Attribut dari operasi diidentifikasikan dengan menggarisbawahi semua kata keterangan dan mengasosiasikan mereka dengan operasi ( kata kerja ) masing-masing.

Sumber : https://sam-worthington.net/