Kurikulum SMK Akan Disesuaikan dengan Kebutuhan Industri

Kurikulum SMK Akan Disesuaikan dengan Kebutuhan Industri

Kurikulum SMK Akan Disesuaikan dengan Kebutuhan Industri

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy

mengatakan, saat ini SMK akan dikembangkan sesuai dengan apa yang dibutuhkan industri.

“Kalau selama ini smk lebih dikembangkan berdasarkan supply side, sekarang kita ubah jadi demand side, apa yang sebetulnya real dibutuhkan industri, kita sesuaikan,” ujar Muhadjir di SMK 26 Jakarta, Rawamangun, Jakarta, Sabtu (30/6/2018).
Baca Juga : Sambut HUT ke-74, SD Muhammadiyah 1 Ketelan Adakan Berbagai Lomba

Untuk memulai hal tersebut harus bekerja sama dengan dunia usaha untuk menetapkan mulai dari kurikulum.

“Perumusan jenis-jenis bidang keterampilan pekerjaan yang dibutuhkan,

kemudian standarisasi bersama BNSP,” katanya.

Saat ini, pemerintah DKI Jakarta sudah memulai dengan pemberian surat keputusan kepada lulusan SMK di DKI untuk masuk ke Industri sebagai pegawai.
Baca Juga : Siswa SMK Mandala Bhakti Meriahkan HUT RI dengan Permainan Tradisional

“Alhamdulillah pemda DKI sudah memulai itu, hari ini tidak hanya pencanangan, tapi juga pemberian SK lulusan-lulusan smk di DKI masuk ke industri sebagai pegawai yang masa tunggunya 0 tahun,” katanya.

Sebelumnya, Mendikbud Muhadjir Effendy dan Gubernur DKI Jakarta Anies

Baswedan menghadiri acara pencanangan implementasi revitalisasi SMK Provinsi DKI Jakarta.
Baca Juga : HUT ke-74 RI, Siswa SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Lomba Mirip Bung Karno

Revitalisasi SMK bertujuan untuk mengubah pola pikir yang sebelumnya hanya bertujuan untuk mencetak lulusan saja tanpa memperhatikan kebutuhan pasar kerja berganti menjadi paradigma mencari segala sesuatu yang berhubungan dengan pasar kerja.

Implementasi Revitalisasi SMK ini untuk meninjaklanjuti Instruksi Presiden No. 9 Tahun 2016.

 

Baca Juga :