Ketika Sekdisdik Menjadi Tuna Netra

Ketika Sekdisdik Menjadi Tuna Netra

Ketika Sekdisdik Menjadi Tuna Netra

Ternyata tidak pernah mudah menjadi tuna netra. Namun, dengan merasakannya

, walau sesaat, kita akan mengerti suka dukanya. Salah satunya, Sekretaris Dinas Pendidikan Jawa Barat Firman Adam yang didaulat mencoba menjadi tuna netra dalam beberapa menit.

“Saya diminta memakai tutup mata dan tongkat yang biasa dipakai sebagai alat bantu,” ujar Sekdisdik, seusai Latihan Dasar Kepimpinan Siswa (LDKS) di Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat, Jalan Rajiman, pada Senin (25/2/2019).

Sekdisdik mengaku sempat tegang. Pandangannya menjadi gelap, sehingga jalan

yang biasa dilalui terasa asing. Beruntung, ada tuna netra lainnya yang menuntun Sekdisdik.

“Saya harus percaya dengan orang yang menuntun saya. Apalagi dia jauh lebih ahli,” ujar Sekdisdik.

Selama menjadi tuna netra, Sekdisdik mengaku mesti melatih kepekaannya. Kakinya sempat tertahan karena tidak yakin dengan langkahnya. Namun, setelah beberapa langkah, lajunya semakin lancar.

“Ini adalah pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan seumur hidup,” ucapnya.

Latihan Dasar Kepimpinan Siswa (LDKS) masa bakti 2019-2020. Sekdisdik

menyatakan bahwa pelatihan ini yang wajib dilaksanakan oleh SLBN A khusus tuna netra.

Sekdisdik mengatakan bahwa siswa dapat dilatih untuk menyelesaikan sebuah permainan dengan mengasah sensitifitas dan mengenal lingkungan lebih dekat.

“Sehingga mereka dapat berbaur di masyrakat tidak hanya saat di sekolah saja,” ujarnya.

Acara yang merupakan acara perdana dilakukan ini, langsung terjun ke masyarakat. Sebanyak 14 orang peserta dengan dibagi ke 3 kelompok yang sebelumnya telah menggelar simulasi perjalanan.***

 

Sumber :

https://daftarpaket.co.id/