Juara FLS2N Siswa Berkebutuhan Khusus Wakili Jawa Barat di Kancah Nasional

Juara FLS2N Siswa Berkebutuhan Khusus Wakili Jawa Barat di Kancah Nasional

Juara FLS2N Siswa Berkebutuhan Khusus Wakili Jawa Barat di Kancah Nasional

Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Peserta Didik

Berkebutuhan khusus Tahun 2018 selesai diselenggarakan. Diikuti oleh 243 peserta dan 9 mata lomba, para juara pertama dalam masing-masing mata lomba berhak mewakili Jawa Barat di kancah Nasional.

Para juara tersebut antara lain : Masliah, SLB Aditya Kontingen Kabupaten Bandung (Menyanyi SDLB); Agam Shandy, SLBN Kota Bandung Kontingen Kota Bandung (Menyanyi SMP/SMALB); Ridwan N, SLB Raudhatul Jannah Kontingen Kabupaten Bandung (Melukis SDLB); Muhammad Syahrul, SLB Purnama Kabupaten Cianjur (Melukis SMP/SMALB); Rahma Dita, SLBN Budi Utama Kontingen Kota Cirebon (Desain grafis SMPLB); Saepul Kahfi, SLB YPAC Kota Bandung Kontingen Kota Bandung (Desain grafis SMALB); Diah Agustina, SLB Kabupaten Cirebon (Menari SMP/SMALB); Wendy Ardiansyah, SLB ABC Bina Bangsa Kontingen Kabupaten Cianjur (MTQ SMP/SMALB); dan Haris Ahmad Sadewa, SLB Al Hikmah Padalarang Kontingen Kabupaten Bandung Barat (Pantomim SMP/SMALB).

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi dalam pembukaannya

, Jumat (19/7/2018), mengucapkan kepada seluruh juara yang dipastikan akan mewakili Jawa Barat di tingkat Nasional yang akan diselenggarakan di Bangka Belitung. Dan Hadadi juga mengimbau, bagi para siswa yang belum juara, jangan bekecil hati. “Kita disini adalah saudara, meski disini sedang bersaing. Jadi jangan berkecil hati atau cemburu, karena kita adalah pemenang dihidup kita masing-masing,” seru Hadadi.

Ketua Kontingen Kabupaten Bandung barat, Asep Saepudin mengaku bangga satu anak didiknya, Haris Ahmad Sadewa bisa meraih juara dan mewakili Jawa Barat di tingkat Nasional. “Ini tak lepas dari doa, dukungan, bimbingan dan arahan dari pihak sekolah, pendamping dan para pelatih,” papar Aep, Rabu 25 Juli 2018 saat ditemui via daring.

Aep, sapaan akrabnya, akan melakukan persiapan yang lebih matang

guna menyiapkan Haris berjuang dan menang dikancah nasional. “Sekarang pekerjaan rumah buat kita, kita harus lebih mengefektifkan waktu, lebih semangat melatih Haris agar hasilnya optimal ditingkat nasional,” katanya.

Aep memberikan saran terhadap penyelenggaran FLS2N Tahun 2018. Dalam mata lomba menari, ia menilai, harusnya ada pemisahan kategori peserta lomba antara siswa penyandang tunarungu dan tunagrahita. Beberapa pembimbing dari kontingen lainpun juga mengutarakan hal serupa. “Karena pengetahuan siswa penyandang tunarungu dan tunagrahita itu berbeda, dalam artian berbeda dalam pengetahuan dan keterampilannya. Jadi lebik baik dipisahkan menjadi dua kategori,” ujarnya.***

 

Sumber :

https://danangtrip.net/indonesian-exams-too-hard-students-want-to-die/