Gaya Fashion Vintage Mudah dan Keren

Gaya Fashion Vintage Mudah dan Keren

Gaya Fashion Vintage Mudah dan Keren

Gaya vintage memang tak ada matinya.

Setelah sekian dekade berlalu, inspirasi fashion dari era 50-an hingga 70-an masih digandrungi anak muda masa kini. Banyak yang berpikir gaya vintage masih identik dengan kata “membosankan”, tapi tak harus begitu, kok. Cek inspirasi gaya vintage fashion untuk diimplementasikan ke penampilan sehari-harimu di bawah ini:

 

Jika sering berkunjung ke Forever 21

pasti sudah pernah menemui romper. Romper adalah semacam overalls yang memiliki variasi antara rok atau celana pendek dan dilapis dengan selembar kaus di bawahnya. Romper sudah populer dipakai oleh gadis-gadis muda sejak tahun 40an, dan seringkali dipadu dengan sepasang stoking di bawahnya untuk penampilan yang lebih konservatif. Jaman sekarang, romper dilapis dengan off-shoulder top hingga halter neck sweater seiring merayakan kebebasan wanita mengekspresikan diri.

 

Tennis skirt adalah jenis rok yang memiliki ciri khas berlipat-lipat

di bagian bawah dan form-fitting di bagian atas, dan biasanya dipakai di bagian pinggang. Gadis-gadis di era 50-an sering memakai rok di pinggang untuk beri efek siluet tubuh jam pasir, dan trik yang sama pun dilakukan oleh gadis modern. Tren Tennis Skirt membludak kembali di tahun 2015 dan merk-merk seperti American Apparel dan H&M pun turut mengeluarkan versi masing-masing dari rok klasik ini.

Flare Pants memang sempat dicerca sebagai bentuk celana

yang paling merusak bentuk tubuh, namun setelah beberapa tahun evolusi fashion, Flare Pants pun kembali nge-tren. Flare Pants sangat populer di era awal 70-an dan identik dengan estetika disco yang sedang booming saat itu berkat John Travolta. Kini, berbagai variasi dari Flare Pants tersedia dalam jumlah besar di pasaran, mulai dari cropped flare hingga flare jeans.

Shift Dress adalah jenis dress yang tak memiliki definisi di bagian pinggang sehingga langsung lurus jatuh dari bahu ke lutut, memberi pemakainya siluet “kotak”. Shift Dress identik dengan mod look yang populer di tahun 60-an, dan populer kembali di era 2010-an. Jaman sekarang, Shift Dress juga dapat dipadukan dengan stocking polos hingga fishnet di bawahnya untuk semarakkan penampilan.

 

Stripe Top yang sangat basic namun bebas dari kata “bosan” ini sudah jadi favorit sejak akhir 60-an, lho. Di tahun 70-an, warna dari Stripe Top didominasi palet kuning, cokelat, dan merah marun, dan pilihan warnanya pun berevolusi terus hingga masa kini. Stripe Top sangat mudah dipadu padankan dan cocok dipakai dalam acara apapun, mulai dari kasual hingga formal.

 

Untuk pecinta estetika rockabilly khas 50an, pasti sudah familiar dengan motif polkadot ini, ‘kan? Polkadot warna putih kecil di atas warna-warna seperti biru dan merah mendominasi dress dan atasan pada tahun 50-an, dan biasa dipakai oleh gadis-gadis yang lebih “bebas” dan tidak terlalu konservatif. Di masa modern, motif ini masih biasa ditemukan di atasan wanita hingga aksesoris lainnya seperti headband.

 

Classic Button-Up adalah

jenis kemeja yang sering dipakai wanita di era 40-an hingga akhir 50-an. Kemeja ini beri kesan polished dan berkelas pada penampilan, dan kemeja klasik ini pun mulai berevolusi seiring tahun berganti. Di tahun 70an, corak-corak lebih berwarna mulai mendominasi, dan Classic Button-Up pun mengalami upgrade tersendiri. Di era modern, popularitas Classic Button-Up masih belum sirna, dan masih diadaptasi oleh gadis-gadis muda.

 

Itulah beberapa inspirasi vintage fashion yang dapat diterapkan di penampilan sehari-harimu. Tak perlu bingung dimana cari fashion item seperti di atas, cukup arahkan kursor-mu ke Tokopedia saja, tersedia berbagai varian fashion wanita yang pasti akan Toppers suka

Sumber : https://how.co.id