Bahaya Menentang Poligami

Table of Contents

Bahaya Menentang Poligami

Bahaya Menentang Poligami

Bahaya Menentang Poligami

Syari`at Islam adalah perkara yang harus menjadi keyakinan mutlak bagi seorang muslim. Mengingkari sebagian atau bahkan keseluruhan dari syari`at Islam, mengakibatkan pelakunya terancam kufur dan batal keislamannya. Ini harus kita fahami dan menjadi dasar pandang kita dalam memahami segala permasalahan di dalam agama ini. Dan termasuk ketika kita berbicara tentang poligami, maka sesungguhnya kita sedang berbicara tentang salah satu bagian dari syari`at Islam, sebab poligami diakui ataupun tidak adalah termasuk perkara yang diatur di dalam Islam. 
Polemik Seputar Hukum Poligami
Allah Ta`ala berfirman di dalam surat An Nisaa` (3):
“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi ; dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya”
Para ulama diantaranya Asy Syaikh Ibn Baaz Rahimahullah menjelaskan bahwa ayat diatas menunjukkan bahwa hukum asal pernikahan bagi laki-laki adalah poligami bagi laki-laki yang mampu dan tidak ada kekhawatiran untuk tidak terjerumus kedalam kedzhaliman. Sebab di dalam ayat tersebut disebutkan perintah menikah itu dengan perintah menikahi “dua, tiga atau empat” wanita. Ini adalah kondisi normal pada laki-laki. Adapun bila laki-laki itu berada di dalam kondisi abnormal (tidak normal) yakni khawatir tidak bisa berbuat adil (adil dalam hal yang mampu yakni giliran menginap dan nafkah, adapun dalam hal cinta dan kehangatan, maka tidak dituntut untuk berlaku adil karena khusus untuk masalah hati, Allah-lah yang membolak-balikkan dan mengaturnya, bahkan Rasulullah shalallahu `Alayhi Wasallam sendiri mengatakan bahwa beliau lebih cenderung kepada `Aisyah daripada istri beliau yang lainnya) kepada istri-istrinya, maka dilarang menikah lebih dari satu, sebab bila laki-laki abnormal bertindak sebagai pria normal, yakni menikah lebih dari satu, maka akan menimbulkan kerusakan yakni ia akan terjatuh kedalam perbuatan dzhalim. Maka sesungguhnya Allah menciptakan bagi laki-laki itu membutuhkan lebih dari satu istri dan Allah menciptakan wanita itu mencukupkan diri dengan satu suami. Demikianlah ketentuan dari Allah Ta`ala kepada masing-masing pria dan wanita dan kita dituntut bersabar di dalam menjalani ketentuan tersebut. Bahkan di dalam hadits lain Rasulullah Shalallahu `Alayhi Wasallam mengancam orang yang tidak menyukai perihidup Nabi Shalallahu `Alayhi Wasallam ini:
“Mengapakah orang-orang ada satu di antaranya mengatakan, “Adapun saya akan selalu berpuasa tidak akan berbuka,” dan ada lainnya mengatakan, “Adapun saya akan selalu bangun malam tidak akan tidur,” dan orang lainnya berkata, “Saya tidak akan menikahi wanita,” dan yang lainnya mengatakan, “Saya tidak akan makan daging.” Tetapi saya sendiri (Rasulullah Shalallahu `Alayhi Wasallam) berpuasa dan berbuka, bangun malam dan tidur, menikahi para wanita, makan daging, maka barangsiapa yang benci terhadap sunnahku (perihidupku ini), maka bukanlah ia termasuk golonganku.” H.R. Bukhari dan Muslim di dalam Shahih keduanya.

Baca Juga :